Kurikulum merdeka mengamanatkan bahwa pendidikan semestinya dilakukan secara holistik, yakni pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara harmonis, meliputi potensi intelektual, emosional, fisik, sosial, estetika, dan spiritual.
Mata pelajaran yang ada :
Peserta didik memiliki multi kecerdasan (bahasa, logis-matematis, visual-spasial, musikal, kinestik, sosial, intrapersonal, naturalis, dan spiritual).
Teori Konstruktivisme berpendapat bahwa pengetahuan merupakan bentukan (konstruksi) dari orang yang sedang belajar. Pengetahuan merupakan konstruksi kognitif seseorang terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungan.
Pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik dan mendorong peserta didik mengaitkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Isi kegiatannya adalah memberi informasi, memberi tugas, memotivasi, membangun apresiasi, memberi umpan balik, membina disiplin kelas atau kelompok kerja.
Isi kegiatannya menanyakan, mengusulkan sesuatu, meminta bantuan pendamping, mengonsultasikan, melaporkan hasil kerja, mengoreksi hasil kerja, mengoreksi informasi, menjawab pertanyaan pendamping, dan memberikan kritik yang membangun.
Isi kegiatannya adalah tanya jawab, diskusi, adu argumen dalam debat, berdialog tutor sebaya, pemecahan masalah, dan bereksperimen, merancang sesuatu.
Segera daftar dan lengkapi berkas sebelum
TERLAMBAT